3 Cerita Misteri Pesugihan dari Tempat Pesugihan Terkenal

cerita pesugihanPesugihan, apa yang dimaksud dengan pesugihan? Pesugihan merupakan sebuah sarana misteri dimana seseorang menginginkan sebuah kekayaan secara instan dengan melakukan perjanjian dengan makhluk halus. Bagi masyarakat Indonesia cerita misteri pesugihan masih marak sekali dibicarakan dan dikejar sebagai sarana pencari kekayaan guna memperbaiki perekonomian dirinya. Kebanyakan mereka menyadari bahwa pesugihan itu adalah sesat dan sangat berbahaya karena sebagian dari makhluk gaib itu meminta tebusan atau balasan yang sangat berlebihan. Nyawa dari keluarga atau orang terdekatlah yang menjadi permintaan pertamanya, kemudian ketika masa aktif dari perjanjian sudah habis maka yang meminta pesugihanlah yang menjadi tumbalnya.

Bahayakah Pesugihan itu ?

Bagi seorang peminta pesugihan, hal ini tidak disadari adalah hal yang berbahaya, karena pikiran mereka sudah buntu dan hanya satu yang ada, bagaimana caranya membuat dirinya menjadi kaya raya dengan instan dan cepat tanpa harus bersusah payah. Kebanyakan dari mereka akan menyadari bahwa apa yang diberikan sebagai tumbal itu lebih berharga dari apa yang didapatkannya. Walau pada akhirnya pemakai pesugihan itu yang akan menjadi akhir dari tumbal yang diminta makhluk gaib guna menjadi abdi atau budak dikerjaan yang dipimpin makhluk gaib tersebut.

1. Banyak sekali macam-macam cerita misteri pesugihan di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Ada pesugihan Dewi Lanjar, pesugihan nyi blorong, pesugihan gunung kawi, pesugihan gunung kemukus, dan masih banyak lagi. Untuk pesugihan dewi lanjar terletak di kota Pekalongan yang tepatnya di pantai Slamaran. Dewi Lanjar adalah penjaga Pantai utara dengan sebutan Ratu Pantai Utara. Bagi mereka yang akan mencari pesugihan Dewi Lanjar akan mendatangi juru kunci Dewi Lanjar untuk berkonsultasi dan akan dibimbing untuk mendapatkan pesugihan Dewi Lanjar. Untuk mengetahui sejarah dari Dewi Lanjar silahkan klik disini >>> .

2. Lalu ada lagi cerita misteri pesugihan nyi blorong, masih belum jelas di mana kepastian tempat dari Nyi Blorong ini. Namun yang pasti Nyi Blorong ini berwujud wanita cantik dengan rambut panjang terurai namun memiliki badan menyerupai ular dengan sisik emas. Nyi Blorong suka sekali menempari rawa-rawa dan menggunakannya sebagai tempat membangun kerajaan gaibnya. Bagi mereka yang ingin meminta pesugihan maka dia harus melakukan hubungan badan terlebih dahulu dengan Nyi Blorong dan konon katanya juga sisik emas dari kulit nyi blorong akan jatuh terkelupas saat melakukan hubungan badan. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa Nyi Blorong sangat suka dengan tumbal manusia, setiap tahunnya selama masa aktif pesugihan yang diberikan (katanya sekitar 7 tahun) Nyi Blorong akan meminta satu tumbal. Dengan kata lain minimal ada tujuh tumbal yang harus disiapkan selama menjalin pesugihan dengan Nyi Blorong.

3. Cerita misteri Pesugihan Gunung Kemukus ini adalah salah satu pesugihan yang cukup berbeda. Di mana para peminta pesugihan harus melakukan hubungan badan dengan orang yang bukan istrinya di daerah gunung kemukus. Namun sebelum melakukannya harus dilakukan sebuah ritual yang sesuai dengan petunjuk juru kunci di gunung kemukus. Konon cerita misteri pesugihan ini dikenal dengan sebutan pesugihan pangeran Samodra anak dari Raja Majapahit yang ternyata menyukai Ibu tirinya. Ketika sang raja mengetahui hal tersebut, maka sang pangeran diasingkan di Gunung Kemukus. Karena rasa kerinduan yang mendalam yang dialami oleh ibu tiri dari sang pangeran, maka dia pergi ke gunung kemukus untuk menemui anak tirinya. Ketika mereka akan berhubungan badan warga memergoki mereka dan menghakimi mereka dengan membakarnya. Sebelum mencapai ajal Pangeran samodra bersumpah bahwa siapa saja yang meneruskan hasratnya untuk berhubungan badan yang tidak sah di situ, maka permintaannya akan dikabulkannya.

Dari berbagai macam cerita tentang misteri pesugihan diatas besar sekali dampak tumbal yang harus diterima. Alahkah lebih baik kita mencari pesugihan tanpa tumbal yang lebih aman dan tidak menyengsarakan kita dan keluarga kita. Titik akhir atau tujuan yang sama yaitu mendapatkan kekayaan tetapi jalan yang dilalui berbeda dan lebih aman.