Misteri dan Cara Kerja Bulu Perindu

Ada cerita seekor induk burung Rajawali, membuat sarang diatas pohon yang sangatlah tinggi di Gunung Bondang. Rupanya dia bakal beranak, dia tidak ingin apabila sudah beranak kelak, anak-anaknya terjatuh dan pergi saat sebelum waktunya jadi besar serta kuat. Karenanya sang induk Rajawali memerlukan pegangan, serta dia mulai mencari dengan terbang ke sana kemari menyusuri rimba, sungai. Mendadak matanya tertuju pada satu benda, dari ketinggian dia lihat ada tumbuhan kecil seperti cacing, tumbuhan itu ada diatas air sungai serta anehnya tumbuhan itu tampak seakan-akan berenang melawan arus sungai yang deras. Dengan lekas Induk Rajawali itu terbang ke bawah serta menangkap tumbuhan itu dengan paruhnya. Lalu tumbuhan itu dibawa serta ditempatkan di sarangnya.

Selang sekian waktu dia melahirkan sebagian anak. Saat anak-anaknya lapar sang induk berupaya mencari makanan serta meninggalkan anak-anaknya tanpa ada cemas, lantaran ia terasa anak-anaknya bakal terbangun dengan dampak ghaib tumbuhan itu. Hingga waktunya anak-anak Rajawali telah dewasa, mereka mulai latihan terbang mengarungi luasnya angkasa, lantaran karena sangat sukanya ia terbang hingga lupa untuk balik ke sarangnya. Tetapi sang induk meyakini dengan memegang tumbuhan itu yang tidak lain yaitu Bulu Perindu yang ada pada sarangnya serta dengan bersiul serta jeritan tajam, jadi bakal bikin anak-anaknya yang pergi terbang jauh bakal terpanggil serta secepat-cepatnya bakal balik padanya.

Dalam dunia mistik Bulu Perindu adalah benda ampuh untuk menolong dalam soal percintaan. Bulu perindu umumnya datang dari sarang burung elang/rajawali, namun tak seluruhnya sarang ada Bulu Perindu nya. Umumnya Bulu itu ada di waktu telur burung elang saat sebelum menetas. Apabila telah menetas jadi bulu-bulu itu bakal patah oleh anak burung Elang. Dalam suatu sarang kemungkinan cuma ada 5-8 helai. Sarang burung Elang itu bukanlah yang ada di bebatuan tetapi yang ada di ketinggian pohon.

Berdasar pada warnanya, ada dua jenis Bulu Perindu :

  • Bulu Perindu warna coklat, mempunyai kemampuan lebih kecil serta susah dicari,
  • Bulu perindu berwarna Hitam, mempunyai kemampuan yang semakin besar serta gampang di cari.

Bulu perindu memiliki ukuran lebih kurang 5 cm-10 cm serta berdiameter kurang dari 1 mm. warna Bulu Perindu ini ada yang coklat kehitam-hitaman dengan bentuk sama dengan bulu alis mata, yakni bentuk ujungnya lebih kecil dibanding batangnya, berbentuk keras serta gampang patah saat ada ditempat yang kering, namun bakal jadi lunak saat ditempat yang basah.

Cara Kerja Bulu Perindu

Sesudah Anda tahu penjelasan tentang bulu perindu dan asal usul bulu perindu, setelah itu kami bakal menuturkan bagaimanakah bulu perindu ini bekerja dalam diri Anda, lingkungan serta orang yang sebagai tujuan Anda. Bulu Perindu bekerja dalam dua step.

Pertama, energi Bulu Perindu bekerja dari pada badan Anda untuk buka serta pancarkan aura pengasihan, hingga rasa yakin diri serta keberanian Anda bakal nampak juga sebagai modal untuk bertemu dengan siapa saja yang kehendaki. Dalam step ini, pesona serta daya tarik yang Anda punyai lantaran Bulu Perindu juga mulai terpancar secara perlahan-lahan.

Ke-2, pada step ini agak sedikit rumit, mengapa Kami katakana sedikit susah? Lantaran Energi Bulu Perindu bakal bergerak memengaruhi situasi di sekitar Anda, hingga siapa saja yang bertatap muka dengan Anda yang awalannya membenci atau mengolok-olok Anda bakal gampang terpikat dan kagum lantaran energy yang keluar dari dalam diri Anda. Energi ini pulalah yang bisa beralih bentuk seperti magnet cinta yang menarik kehadiran jodoh sejati Anda tak perduli dimana saja ia ada. Magnet cinta Bulu Perindu dapat juga Anda pakai untuk memikat hati orang yang Anda kehendaki baik orang yang Anda menuju dalam situasi jarak jauh maupun jarak yang dekat.

Saat Anda menyebutkan nama tujuan Anda pada saat Anda waktu ingin tidur jadi waktu itu juga tujuan bakal terbayang oleh Anda, teringat dengan Anda, serta waktu Anda tidur jadi di situlah kemampuan magic dari Bulu Perindu itu bekerja. Bulu perindu bakal bikin tujuan Anda punya mimpi mesra dengan Anda dsb, oleh karena itu secara alamiah serta sistem bawah sadarnya bakal membuatnya makin rindu dengan Anda, sepanjang berhari-hari.

11 Fakta Mitos Dalam Masyarakat

mitos dalam masyarakatBanyak sekali Mitos-mitos dalam Masyarakat yang beredar. Apalagi mitos-mitos dikalagan masyarakat Jawa. Bisa dibilang Jawa adalah gudangnya mitos-mitos dalam Masyarakat Indonesia. Dalam Postingan kali ini saya (Penulis) akan memberikan beberapa mitos-mitos dalam masyarakat yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

1. Berpindah tempat sewaktu makan.
Mitos dalam Masyarakat yang pertama adalah Berpindah tempat sewaktu makan. Orang tua zaman dahulu pasti sering melarang kita berpindah-pindah tempat ketika makan. Tahu kenapa? karena akibatnya kelak kita bisa mendapat ibu tiri. Konon katanya tempat kita pindah mempengaruhi watak atau sifat dari ibu tiri kita. seperti kita berpindah tempat yang lebih buruk dari sebelumnya, misal asalnya makan di meja makan lalu pindah ke kamar mandi (ngapain makan dikamar mandi), maka sifat dari ibu tiri kita akan buruk dan jahat terhadap kita. Kecuali kita berpindah ke tempat yang lebih bagus, kelak akan mendapat ibu tiri yang baik.

2. Berselimut dengan tikar.
Mitos selanjutnya adalah berselimut dengan tikar. Entah apa alasan dari mitos selimut dengan tikar ini, menurut kepercayaan orang tua dahulu berselimut dengan tikar dapat berakibat kalau anda akan digulung ombak ketika mandi di laut. lagipula tikarkan igunakan sebagai alas, ngapain juga digunakan sebagai selimut.

3. Berfoto bersama dalam jumlah ganjil.
Entah darimana asal Mitos ini namun banyak yang menyebutkan bahwa Akibatnya salah satu yang berfoto akan cepat meninggal, biasanya yang ditengah. Untuk mitos dalam masyarakat yang satu ini cukup sering didengar. banyak dari film-film horor Indonesia yang menggunakan mitos ini dalam sceennya.

4. Gadis keramas di hari Sabtu.
Akibatnya akan mendapatkan suami penyiksa dan suka jahat terhadap istrinya. Mitos dalam Masyarakat yang ini sangat aneh, entah apa hubungan hari sabtu dengan keramas ya? namun saya pernah dengar cerita zaman dahulu saat Allah melarang sebuah umat untuk mencari ikan di hari sabtu, nanti saya cari ceritanya ( agak lupa nih soalnya).

5. Bernyanyi atau bersiul saat makan.
Konon kalau anda bernyanyi atau bersiul saat makan maka anda akan mengalami kegagalan saat berusaha. kalau menurut saya sih ini masih tergantung dengan keseriusan orang dalam mengembangkan usaha. yang pasti kalau bernyanyi atau bersiul saat makan itu yang didapat adalah keselek makanan.

6. Menggunting kuku dimalam hari.
Menurut kepercayaan orang daerah Sulawesi menggunting atau memotong kuku di malam hari berarti sama saja mendoakan agar orang tua berumur pendek, namun menurut kepercayaan daerah lain aktifitas ini dipercaya membuat usia lebih singkat. Jadi inti dari mitos dalam masyarakat yang satu ini membuat umur pendek, entah siapa dia bapak, ibu, adik, kakak akan berumur pendek.

7. Mata kanan kedut-kedutan
Kalau mitos yang satu ini bisa dibilang sangat populer dalam masyarakat. Mata kanan mengalami kedutan itu menandakan bahwa kita mendapatkan duit atau rezeki, benarkah? ya semua ada yang ngatur, rezeki, jodoh, mati ada yang ngatur.

8. Bulu mata ada yg jatuh atau rontok
Mitos dalam Masyarakat yang ini juga sudah populer dalam kehidupan kita. Konon pertanda dari bulu mata yang rontok berarti ada seseorang yang kangen sama kita. Adapula yang mengatakan kalau bulu matanya ditepuk ditelapak tangan, maka seseorang yang kangen tersebut akan merasakan kaget tiba-tiba.

9. Bersin tanpa ada sebab
Selain Mitos telinga berdengung dan lidah yang tergigit secara tidak sengaja, konon orang tua zaman dahulu juga menggambarkan bersin tanpa ada sebab sebagai pertanda bahwa ada seseorang yang kangen sama kita. Adapula yang mengatakan bahwa ada seseorang yang sedang membahas tentang diri kita.

10. Mengintip orang lain mandi
Nah untuk mitis dalam masyarakat yang ini mungkin mitos yang paling banyak dipercaya hingga sekarang, ingat kan dulu kakek nenek kita bilang kalau mengintip orang mandi maka mata akan bintitan, yah walaupun tidak terbukti secara ilmiah namun tetap saja Mitos ini banyak dipercaya oleh masyarakat kita.

11. Mengantongi batu di kantong kanan
Pernah dengar mitos soal mengantongi batu? kabarnya jika kita mengantongi batu di kantong kanan maka kita dapat menahan keinginan untuk BAB. Entah darimana asal usul mitos ini namun seingat saya saat saya masih SD ada yang menyarankan seperti itu. Dan saya yakin mitos ini masih berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya.

masih banyak sekali mitos-mitos dalam masyarakat yang terdengar aneh dan melegenda. Namanya juga Mitos ya belum tentu terbukti kebenarannya. Namun hingga kini beberapa mitos diatas memang masih banyak dipercaya oleh masyarakat kita. saya yakin anda pasti sering dengar soal mitos mitos diatas.

Sarana Penglaris Pedagang

penglaris

Pernah kita dengar di sekitar kita terutama di pasar-pasar tradisional kata “penglaris-penglaris” yang diucapkan oleh pedagang. Pedagang tersebut biasanya mengucapkan dengan mengibas-ngibaskan uang ke barang dagangannya,terutama saat baru membuka dagangan atau yang disebut buka dasar. Para pedagang mempercayai bahwa dengan melakukan hal itu maka uang yang dikibas-kibaskan akan memanggil teman-temannya atau uang lainnya untuk datang ke pedagang tersebut. Mitos seperti ini sudah marak dan masih ada sampai sekarang.

Lalu apa makna dari penglaris ?

Penglaris dalam segi bahasa diambil dari bahasa Jawa yaitu “laris” yang memiliki makna atau arti laku. Lalu penglaris itu sendiri adalah ungkapan kata yang diucapkan dengan tujuan agar barang dagangannya laris dibeli banyak orang sehingga cepat habis dan dia (pedagang) memperoleh banyak laba. Jadi dapat disimpulkan bahwa kata penglarisan atau penglaris yang diucapkan oleh pedagang guna mendatangkan banyak orang untuk mampir di lapaknya dan melariskan barang daganggannya agar cepat laku dibeli oleh pembeli.

Fenomena penglaris ini merupakan hal yang biasa sampai saat ini. Bagi kalangan paranormal hal ini bisa diperkuat atau disaranai dengan jimat-jimat penglaris, benda-benda bertuah penglaris , dan mantara atau doa-doa yang bersifat penglaris. Seperti contohnya untuk benda bertuah penglaris khususnya kayu bertuah penglaris adalah bambu pethukbambu pethuk sendiri memiliki tuah alami yang bersifat menunjang kekayaan khususnya bagi para pedagang. Dengan kata lain kekayaan yang didapat adalah melalui perdagangannya. Dicontohkan semisal ada seseorang penjual Sembako di pasar, awalnya dia hanya menjual sembako dengan pendapatan normal seperti pada umumnya, karena tuntutan pendidikan anak dan kebutuhan keluarga maka dia harus mendapatkan laba yang lebih. Lalu dia menggunakan kayu bertuah yaitu bambu pethuk untuk mendatangkan kekayaan yang lebih. Sehingga kios Sembakonya menjadi lebih ramai dan banyak dikunjungi pembeli baru dan pendapatan atau laba yang didapat lebih dari biasanya dan sangat mencukupi kebutuhan keluarganya.

Tak hanya bambu pethuk, masih banyak benda-benda bertuah penglarisan yang biasa dan dapat digunakan oleh pedagang untuk mendatangkan pembeli. Ada seperti jimat rajah, batu mustika atau batu bertuah isian penglaris, bahkan ada juga pusaka keris yang dapat membantu dalam hal tuah penglaris. Semua ini bukanlah mencari jalan pintas, sebagai manusia kita tetap berusaha sekuat tenaga dalam bekerja. Semua sarana yang ada hanya sebagai memperlancar dan mempermulus jalan pekerjaan kita. Karena pada dasarnya semuanya adalah ciptaan Tuhan YME, begitu juga jimat-jimat penglarisan atau benda-benda bertuah

Misteri Siluman Buaya Putih

siluman buaya putih

Misteri buaya putih sudah banyak tersebar di masyarakat dengan versi dan latar belakang yang berbeda. Mitos buaya putih pada intinya adalah kemunculan seekor sosok buaya siluman yang berwarna putih besar dan biasa ditakuti oleh orang. Terkadang juga ada beberapa orang yang mendatanginya guna meminta pesugihan yang dikenal dengan pesugihan buaya putih. Dalam ceritanya ada yang dilatarbelakangi dengan sosok pangeran yang dikutuk menjadi seekor buaya, lalu ada pangeran yang bertapa di danau dan mendapatkan kekuatan berubah wujud menjadi buaya putih.

Siluman Buaya Putih

Di Ternate tepatnya di danau Tolire Besar di kaki Gunung Gamalama juga terdapat mitos buaya putih. Tempatnya yang tenang, indah dan tampak hijau dengan hutan-hutannya memiliki kisah misteri buaya putih yang cukup terkenal di kalangan orang Ternate dan masyarakat Indonesia. Dengan suasana danau yang begitu indah namun jarang sekali aktivitas orang-orang di sana. Seolah-olah bahwa suasana mistik dari mitos buaya putih ini sangat kuat.

Ada salah satu cerita dari seorang anggota Manajemen Intern Departemen Komunikasi yang bernama Bapak Rusli Ahmad. Bapak Rusli waktu itu melihat buaya putih itu bersama anaknya saat mengunjungi Danau Tolire Besar sekitar dua tahun lalu. “Saat itu anak saya membawa kamera dan sedang memotret danau. Tiba-tiba saya muncul punuknya, kemudian moncong hingga ekornya. Dijepret berkali-kali. Saya juga lihat, dari tengah danau sampai ke pinggir sini,” kata Bapak Rusli yang sampai saat ini masih menyimpan dokumentasi penampakan dari buaya putih. Misteri siluman buaya putih ini juga dibenarkan oleh seorang ibu penjual jagung bakar di lokasi wisata Danau Tolire. “Ya memang ada buayanya,” kata ibu penjual jagung bakar di daerah tersebut.

Dari pernyataan tersebut wajar sekali danau yang indah itu menjadi jarang didatangi pengunjung. Hal ini sudah menjelaskan mengapa tak ada kegiatan manusia di bawah danau, selain dengan keadaan medan yang terjal ke bawah. Sehingga, wisatawan hanya menikmati Danau Tolire Besar dari ketinggian saja anak-anak penjual batu di sekitar danau, Puang (8), Puput (7) dan Al (5) juga pernah melihat buaya putih itu. Ketiga anak itu menjual batu untuk dilempar ke tengah danau yang konon katanya tak ada yang pernah mencapai ke permukaan air danau. “Ambil batunya dari pantai,” kata Puput yang menjual 5 batu seharga Rp 2 ribu.

Dari penggalan cerita di atas dapat dikatakan bahwa mitos siluman buaya putih memang ada dan nyata di masyarakat Ternate terutama di sekitar danau Tolire. Dengan cerita yang menakutkan di atas masih ada beberapa orang yang nekat ke sana untuk mencari pesugihan. Dai cerita masyarakat sekitar ada yang berhasil mendapatkan pesugihan dan juga ada yang tidak berhasil mendapatkannya. Karena konon katanya siluman buaya putih tidak mau membantu dalam hal kekayaan, melainkan memberi keselamatan kepada orang yang meminta bantuannya.

Dari beberapa parnormal yang mencoba ritual di sana dan mereka membenarkan bahwa siluman buaya putih tidak suka memberi kekayaan kepada manusia, karena setiap makhluk memiliki tugasnya sendiri-sendiri. Siluman buaya putih hanya mau membantu dalam hal perlindungan diri. Dari hasil ritual di sana akan didapatkan sebuah benda bertuah yang kebanyakan berwujud batu mustika yang sering disebut mustika buaya putih. Di mana di dalamnya diisi atau dihuni oleh abdi dari raja buaya putih di danau Tolire.

Fakta Mitos Mengenai Dewi Lanjar

dewi lanjar

Dewi Lanjar, pernahkah anda mendengar sosok yang bernama dewi lanjar di sekitar anda ? atau mungkin sebuah kota di utara Jawa tepatnya Jawa Tengah yang bernama Pekalongan?. Kedua nama tersebut saling berkaitan. Di mana  sosok Dewi Lanjar atau yang sering disebut Ratu Pantai Utara telah menjadi legenda hidup yang selalu berkembang di masyarakat, terutama untuk daerah pantai Slamaran di Kota Pekalongan.  Segala peristiwa yang tidak wajar seperti tenggelamnya orang di pantai atau orang hilang di sekitar pantai Slamaran pasti dikaitkan dengan sosok Dewi Lanjar.

Siapa Dewi Lanjar?

Dewi Lanjar sendiri adalah sosok yang memiliki paras cantik, kulit putih dan rambut hitam lebat yang memanjang sampai pinggul. Dewi Lanjar memiliki nama asli yaitu Siti Khatijah dan konon ceritanya Dewi Lanjar masih bersaudara dengan Ratu Penjaga Laut Selatan atau yang dikenal dengan Nyai Roro Kidul. Konon katanya Dewi Lanjar suka berbaur di masyarakat terutama di daerah pasar-pasar tradisional dengan sosok layaknya orang beliau dan sederhana. Beliau suka membantu orang-orang yang sedang dilanda kesusahan.

Dari cerita juru Kunci pesanggrahan Dewi Lanjar di Pantai Slamaran, Bapak Absori (37 tahun). menceritakan bahwa  pada jaman dahulu di Pekalongan terdapat sebuah kadipaten yang merupakan satu wilayah dengan Kasultanan Mataram. Kadipaten ini dipimpin oleh seorang adipati yang pertama memerintah di Kadipaten Pekalongan. Adipati itu memerintah dengan arif dan bijaksana sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya. Adipati ini memiliki seorang gadis berparas cantik jelita bernama Siti Khatijah, putri dari Sang Adipati Pekalongan. Karena kecantikannya yang telah tersohor, banyak pemuda sekitar dan pangeran kerajaan yang tertarik untuk meminangnya. Sang Adipati pun bertindak cepat dengan berusaha menjodohkan putri kesayangannya dengan pangeran pilihan Sang Adipati. Siti Khatijah dipaksa menuruti kehendak Sang Ayah walaupun beliau tidak menyukai perjodohannya. Siti Kahdijah sebagai seorang anak yang berbakti berusaha tegar menghadapi perjodohan hingga tibalah saat di mana pesta pernikahan dilangsungkan. Tetapi hati Siti Khatijah tidak bisa dibohongi, beliau tidak bisa menerima pilihan Sang Ayah sehingga akhirnya memilih pergi meninggalkan istana. Dalam kebimbangannya Siti Khatijah berjalan menuju utara hingga sampailah beliau di sebuah pantai yang sekarang bernama Pantai Slamaran.

Di tepi Pantai Slamaran, Siti Khatijah terus berjalan dengan tetap memakai baju pengantinnya. Tanpa disadari Siti Khatijah, ada seorang nelayan yang melihatnya hingga nelayan tersebut hanya tercengang ketika Siti Khatijah berjalan di atas lautan tanpa tenggelam hingga menuju tengah lautan. Berita menghebohkan inipun sampailah di telinga Sang Adipati. Sang Adipati segera memerintahkan pasukannya untuk mencari puterinya sampai ditemukan. Akan tetapi, pencarian selama tiga hari tiga malam itu tidak membuahkan hasil. Sang Adipati yang terlanjur malu atas kaburnya Siti Khatijah dalam pesta pernikahannya pun memutuskan mengumumkan bahwa Siti Khatijah telah meninggal. Sesuai tradisi Islam, Sang Adipati memerintahkan mengadakan tahlilan untuk mendoakan Siti Khatijah yang telah meninggal. Pada malam ke-7 tahlilan, Siti Khatijah mendatangi istana Kadipaten Pekalongan dan berpesan bahwa dia tidak meninggal tetapi masih hidup di alam gaib.

Siti Khatijah yang mendatangi istana Kadipaten Pekalongan dan berpesan kepada seluruh keluarganya agar rakyat sekitar Kadipaten Pekalongan yang mengalami kesulitan dalam kehidupan untuk dibantunya apabila mau menemuinya. Akan tetapi, Siti Khadijah melarang rakyat Kadipaten Pekalongan untuk meminta kepadanya dengan alasan rakyatnya telah menikmati segala nikmat duniawi dengan melimpahnya hasil bumi masyarakatnya. Mendengar kabar bangkitnya Siti Khadijah dengan kesaktian yang dapat mengabulkan keinginan seseorang, rakyat Pekalongan banyak yang mempercayai bahwa sosok Siti Khadijah merupakan makhluk gaib yang sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan Dewi Lanjar. Rakyat Pekalongan menyebut Siti Khadijah dengan sebutan Dewi Lanjar karena dalam bahasa Pekalongan Lanjar berarti seorang gadis yang menikah tetapi belum sempat berhubungan badan dengan suaminya.

Pesugihan Dewi Lanjar,

Dari cerita bapak Absori juru kunci pesanggrahan Dewi Lanjar, banyak sekali orang-orang yang meminta bantuan kepada Dewi Lanjar yang berupa pesugihan. Pesugihan itu sendiri pasti akan memerlukan tumbal sebagai ganti atas apa yang telah didapat. Konon katanya di istana Dewi Lanjar terdapat banyak sekali orang-orang yang menjadi bahan siksaan para algojo Dewi Lanjar. Di mana ketika semasa hidupnya orang-orang itu meminta pesugihan kepada Dewi Lanjar. Terdapat sebuah jembatan yang terbuat dari manusia-manusia hidup sebagai alas pijakan.

Pak Absori mencoba membenarkan bahwa mereka seharusnya datang ke sini itu seharusnya meminta bantuan kepada Tuhan, Allah SWT. Dengan catatan perantaranya lewat Dewi Lanjar bukan meminta langsung dengan Dewi Lanjar. Orang-orang yang menyalah artikan bantuan yang diberikan Dewi Lanjar pasti akan menerima akibatnya. Dewi Lanjar pasti akan meminta tumbal sebagai gantinya, entah itu keluarga yang dicintainya atau dirinya sendiri yang akan menjadi tumbal. Karena pada dasarnya Dewi Lanjar itu suka sekali membantu orang-orang yang sedang mengalami kesusahan dalam kehidupannya.