Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung Kawi

 Memang sangat Banyak sekali orang-orang yang berlari ke Gunung Kawi untuk mencari Pesugihan. Pada postingan kali ini akan dikupas secara jelas Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung KawiSiapa yang tak kenal dengan Gunung Kawi, Gunung yang terletak di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur ini yang terkenal dengan pesugihannya. Banyak sekali orang yang selalu ingin mengubah nasibnya secara instan dan cepat dengan berziarah dn mengambil pesugihan di gunung ini. Bahkan ada fakta sumber yang mengatakan bahwa Gunung Kawi adalah gunung yang paling populer di Indonesia dan Asia Tenggara dalam mencari pesugihan. Banyak warga negara asing seperti warga Singapura, Malaysia, Myanmar, serta China sering melakukan ziarah untuk berbagai kepentingan dalam hal pesugihan. Memang sangat Banyak sekali orang-orang yang berlari ke Gunung Kawi untuk mencari Pesugihan. Pada postingan kali ini akan dikupas secara jelas Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung Kawi.

Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung Kawi

Perlu diketahui bahwa hingga sampai saat ini, belum ada data-data yang valid mengenai berapa banyak orang yang tiba-tiba menjadi kaya dengan melakukan ritual di Gunung Kawi. Namun informasi yang didapat dari mulut ke mulut yang akhirnya membuat banyak orang melakukan ritual untuk mengubah nasib hidupnya menjadi kaya.Biasanya lonjakan pengunjung yang melakukan ritual ini terjadi pada hari Jumat Legi dan pada tanggal 12 bulan Suro.

Secara geografis Gunung Kawi terletak di ketinggian 2.551 dari bawah permukaan laut, masuk di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, provisi Jawa Timur. Mayoritas warga di Gunung Kawi adalah bermata pencaharian sebagai petani. Tak sedikit pula yang mengadu nasib menjadi TKI di luar negeri.Di kompleks Gunung Kawi terdapat pesarean penyebar agama Islam di Pulau Jawa, yang bernama Eyang Raden Mas Imam Sudjono. Ajaran yang ditekankan oleh Eyang Imam Sudjono kepada keturunannya beserta murid-muridnya kala itu adalah ajaran Islam yang lebih ditekankan akhlakul karimah atau budi pekerti yang terpuji.

Menurut buku Sejarah Pesarean Gunung Kawi yang dikarang oleh Soeryowidagdo (1989), Eyang Jugo atau Kyai Zakaria II dan Eyang Sujo atau Raden Mas Iman Sudjono adalah bhayangkara terdekat dari Pangeran Diponegoro. Fakntanya Pada sekitar tahun 1830 saat perjuangan terpecah belah oleh siasat kompeni, sehingga Pangeran Diponegoro tertangkap dan kemudian diasingkan ke daerah terpencil di Makasar. Lalu Eyang Jugo dan Eyang Sujo mengasingkan diri ke wilayah Gunung Kawi ini.

Fakta sejarah mengatakan bahwa Setelah tidak terjadi perang dengan senjata, mereka berdua mengubah perjuangannya melaluibidang pendidikan. Selain melakukan dakwah agama Islam, mereka juga menanamkan ajaran moral kejawen, dan juga ketrampilan bercocok tanam, pengobatan herbal, olah kanuragan diri, dan sebagainya kepada masyarakat.Pada sekitar tahun 1871, Eyang Jugo meninggal dunia dan disusul oleh Eyang Iman Sujo pada tahun 1876. Para murid dan pengikut mereka tetap menghormati jasa dan ajaran yang telah diberikan. Maka dari itu setiap tahun para keturunan, pengikut dan juga para peziarah lain datang ke makam mereka melakukan peringatan meninggalnya kedua tokoh masyarakat yang sangat dihormati tersebut.

Memang sangat Banyak sekali orang-orang yang berlari ke Gunung Kawi untuk mencari Pesugihan. Pada postingan kali ini akan dikupas secara jelas Fakta Sejarah dibalik Pesugihan Gunung KawiSetiap malam Jumat Legi yang katanya adalah malam meninggalnya Eyang Jugo dan tangga 1 suro (muharom) yang merupakan peringatan wafatnya Eyang Sujo, di tempat ini selalu diadakan perayaan tahlil akbar dan upacara ritual lainnya. Upacara ini biasanya dipimpin oleh juru kunci makam yang masih merupakan para keturunan Eyang Sujo.Selain itu di luar makam, terdapat pohon yang dianggap akan mendatangkan banyak sekali keberuntungan. Pohon ini disebut pohon dewandaru, yang bermakna pohon kesabaran.

Jika dilihat dari bentuknya, pohon tersebut mirip seperti pohon cereme yang diduga berasal dari negera Cina. Dulunya Eyang Jugo dan Eyang Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang daerah ini akan selalu aman dan tentram.Sehingga Para peziarah meyakini jika kejatuhan dahan, buah dan daun pohon tersebut, mereka akan mendapatkan keberuntungan. Hasilnya begitu ada sesuatu yang jatuh dari pohon ini, mereka langsung berebut untuk mendapatkannya. Namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Butuh waktu berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan untuk mendapatkannya.

Selain terdapat makam kedua tokoh di atas, di kompleks Gunung Kawi juga terdapat sebuah kuil/klenteng tempat untuk bersembahyang atau melakukan ritual umat Budha atau Kong Hu Cu. Setiap hari banyak warga Tioghoa mengunjungi kuil tersebut untuk berziarah dan berdoa. Pada saat-saat tertentu misalnya Jumat Legi, Senin Pahing, Syuro, dan Tahun Baru, jumlah pengunjung makin membludak.

Fakta dibalik Cerita Misteri Pesugihan Dewi Lanjar

 Fakta dibalik Cerita Misteri Pesugihan Dewi Lanjar

Fakta dibalik Misteri Pesugihan Dewi LanjarBanyak dari Anda pasti tidak asing ketika mendengar nama Dewi Lanjar. Dewi Lanjar merupakan Ratu penjaga Pantai Utara. Bagi Kalangan masyarakat Pekalongan, Tegal, Batang dan sekitarnya, cerita misteri Dewi Lanjar pasti sering disebut-sebutkan disana. Dimana Ratu Pantai Utara ini sudah melegenda dengan pesugihan dan mitos-mitosnya. Banyak orang dari berbagai daerah yang datang ke Pekalongan tepatnya di pantai Slamaran untuk bertemu Juru Kunci Dewi Lanjar guna meminta bantuan untuk mendapatkan dana ghaib atau pesugihan Ratu Pantai Utara ini.

Namun sebagian orang pasti mengenal cerita misteri Pesugihan Dewi Lanjar itu pasti memakan korban atau meminta tumbal, dan itu memang benar. Konon katanya di kerajaan Dewi Lanjar banyak sekali budak-budak manusia yang dulunya adalah pelaku pesugihan Dewi Lanjar. Seperti Jembatan penghubung Antara Pusat Kerajaan dengan Aula Penyiksaan yang ternyata dibuat dari tubuh-tubuh manusia yang masih hidup. Manusia-manusia ini diikat saling berlawanan sehingga dapat menjadi pijakan atau alas sebagai jembatan disana.

Konon dari cerita-cerita misteri yang didapat dari berbagai sumber menyimpulkan bahwa, manusia-manusia yang mendapatkan siksaan setelah memakai pesugihan Dewi Lanjar ini  tidak lagi mengingat masa-masa susahnya. Mereka menjadi takabur dan terbuai dengan kenikmatan duniawi, tidak lagi rajin beribadah, tidak lagi ingat bahwa semua yang didapatkan adalah pemberian sang pencipta. Mereka terlalu memjua Dewi Lanjar sehingga sang Dewi murka dan menghukum mereka.

Sosok Dewi Lanjar adalah sosok ayu, kulitnya putih, berambut hitam panjang dan sangat cantik. Beliau juga memiliki sifat welas asih terhadap orang-orang yang benar-enar membutuhkan dan tetap rajin dalam ajaran agamanya. Menurut cerita masyarakat, Dewi Lanjar sering muncul di keramaian terutama pasar dengan sosok manusia pada umumnya. Beliau gemar membantu orang-orang disana. Sifat welas asih dari Dewi Lanjar ini terbukti juga dari adanya Batu Mustika Dewi Lanjar.

Misteri Batu Mustika Dewi Lanjar Bertuah Kekayaan

 Batu Mustika Dewi Lanjar ini sesuai dengan tuah alami dari Dewi Lanjar yaitu akan membantu pemiliknya dalam memperoleh kekayaan. Kekayaan yang didapatkan sama halnya dengan mengambil pesugihan dari Ratu Pantai Utara. Namun perlu diketahui bahwa Batu Mustika ini TIDAK MEMINTA TUMBAL. Jadi pemakai Batu Mustika Dewi Lanjar tidak lagi khawatir dalam menggunakannya. Namun tetap ada syarat dan ketentuan yang berlaku dalam memilikinya.

Di dalam mustika Dewi Lanjar ini bersemayam sosok khodam yang merupakan titisan dari Dewi Lanjar. Khodam ini diperintahkan untuk menjadi perantara yang menjembatani antara Dewi Lanjar dengan sang pemilik mustika. Nama khodam tersebut adalah Dewi Gandamsari. Tuah kekayaan Batu Mustika Dewi Lanjar bukanlah tuah kekayaan biasa. Hal ini dikarenakan tuah yang terkandung di dalamnya diturunkan langsung oleh Dewi Lanjar.  Maka dari itu, tingkatan energinya pun sangat besar.

Masih banyak lagi cerita dibalik Batu Mustika Dewi Lanjar ini. Untuk cerita lebih detailnya mulai dari siapa yang sudah memiliki dan bagaimana perolehannya dapat Anda ketahui dengan mengeklik link lanjutkan ke artikel selanjutnya dibawah ini.

Lanjutkan ke Artikel Selanjutnya >>>

7 Tempat Pesugihan Di Pulau Jawa

tempat pesugihan pulau jawa

PULAU Jawa, terdapat banyak sekali tempat yang diduga sebagai pemberi pesugihan. Makam keramat, sendang ajaib, pohon wingit, gua angker, dan tempat-tempat lain sering dianggap jadi ‘pemberi’ harta atau tempat pesugihan. Masing-masing tempat pesugihan, punya cara-cara dan syarat rata-rata hampir sama. Pandansigegek tak jauh dari Parangkusuma Yogyakarta, kondang jadi tempat cari pesugihan. Sejak zaman dulu, tempat itu dipercaya sebagai tempat gudangnya tuyul pesugihan. Tuyul di sana bisa dipungut atau diambil salah satu, tapi dengan syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Di mana saja tempat pesugihan di Pulau Jawa ?

1. Dusun Dlepih Kahyangan, Tirtomoyo, Wonogiri, ada semacam petilasan dari Panembahan Senopati yang juga jadi tumpuan para pencari pesugihan. Petilasan itu hingga kini dibanjiri peziarah lebih-lebih pada bulan suro.

2. Begitu pula Pantai Slamaran yang dikenal dengan pesugihan dewi lanjar, Pekalongan.

3. Pemandian Kera Mendit, Malang Jawa Timur.

4. Akhir-akhir ini Goa Susuh Angin, Salatiga yang lagi marak dikunjungi orang dari berbagai daerah bahkan sampai manca negara, datang untuk sekedar ngelalap berkah dan ada pula khususnya orang-orang yang menjalani pesugihan.

5. Lalu tempat pesugihan yang sering dikunjungi peziarah adalah gunung kawi.

6. Selain di atas ada ilmu pesugihan yang dikenal dengan ‘babi ngepet’. Di Jawa Timur, biasa disebut ‘celeng kresek’. Pesugihan yang digunakan untuk menggasak harta tetangga, si pelaku minta bantuan babi jadi-jadian. Pesugihan ini biasa beroperasi siang malam. walaupun dilakukan pada malam hari, namun tetap risikonya juga berat. Kalau tertangkap oleh penduduk maka bisa digebuki atau dipukuli hingga tewas.

7. Untuk pesugihan babi ngepet ada di Watudodol, terletak di kawasan hutan lindung antara Banyuwangi dengan Situbondo Jawa Timur. Dalam pesugihan ini siapa saja bisa mendapat pesugihan ‘babi ngepet’ di situ. Tapi saratnya harus kuat puasa ngebleng selama tiga hari di Watudodol. Sesajinya berupa kembang telon, minyak wangi dan secawan darah ayam cemani. Sesaji tersebut kemudian ditaruh di bawah sebuah pohon paling besar yang terdapat di situ. Ada pula yang menjalani ritual ngepet ini di daerah Gunung Sumbing dan Sindoro. Pirantinya lebih simpel namun sebelum menjalani wajib mandi di tempuran pitu di daerah Kedu-Temanggung.

dari semua pesugihan yang ada kebanyakan mereka yang memberi kekayaan akan meminta balasan dan umumnya berupa tumbal. alangkah baiknya kita berpikir bijak sebelum mengambil pesugihan yang beresiko. beresiko menghilangkan nyawa keluarga bahkan nyawa sendiri. masih banyak sarana mencari kekayaan yang sama. namun dengan jalur yang berbeda dan jauh lebih aman. kalau Anda cerdas maka Anda tahu mana yang harus anda pilih.

Cerita Misteri Babi Ngepet

babi ngepet

Pada jaman yang serba modern dan digital ini, fenomena orang dalam mencari kekayaan dengan jalan pintas masih marak dibicarakn dalam masyarakat. Seperti Cerita Misteri Pesugihan dengan sarana Babi ngepet. Babi Ngepet adalah makhluk dalam legenda masyarakat Indonesia yang bercerita tentang siluman babi atau babi jadi-jadian. Beberapa mitos juga menceritakan tentang siluman babi atau babi ngepet yang merupakan wujud aslinya adalah manusia. Seorang manusia yang sedang dalam ikatan pesugihan babi ngepet dengan merubah wujudnya menjadi seekor babi.

Aksi Babi Ngepet

Saat akan melakukan aksinya,pelaku harus menggunakan jubah kain hitam untuk menutupi tubuhnya. lalu secara ajaib pelaku akan berubah menjadi seekor babi. tidak hanya itu, dalam pesugihan babi ngepet dibutuhkan satu orang lagi. Di mana orang yang satu lagi harus menjaga lilin agar tidak goyang apinya. Apabila api lilin sudah mulai goyang, artinya orang yang menjadi babi sedang dalam bahaya. Tugas si penjaga lilin adalah mematikan lilinnya agar si babi dapat berubah kembali menjadi manusia biasa. Babi ngepet mengambil uang dengan cara menggesek-gesekkan tubuhnya di dinding rumah sasarannya.

Babi ngepet adalah salah satu bentuk pesugihan yang sudah terkenal. cerita pesugihan Pesugihan ini membuat pemiliknya berubah wujud menjadi bentuk binatang, paling sering mengambil wujud binatang babi. Pesugihan ini harus dilakukan oleh dua orang, dan biasanya adalah pasangan suami istri. Karena dalam prosesnya pesugihan babi ngepet memerlukan penjaga api yang disebut dengan api kehidupan, api inilah yang akan menggambarkan orang yang melakukan aksi pesugihan. Kalau kondisi aman maka api akan tenang tapi apabila kondisinya berbahaya maka api akan bergerak-gerak seperti ditiup angin, kalau hal ini terjadi api harus segera dipadamkan supaya sang pelaku yang sedang berubah menjadi babi bisa selamat.

Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali isu dimana beberapa orang yang sedang menggunakan pesugihan babi ngepet tertangkap. Seperti di Semarang, Banten, Tangerang, dan berbagai daerah lain yang telah beredar isu babi ngepet. Bagi mereka yang jalan pikirannya buntu maka tanpa berpikir panjang akan bersedia melakukan apapun untuk mendapatkan kekayaan. Padahal masih banyak alternatif atau cara lain yang lebih aman dalam memperoleh kekayaan.

3 Cerita Misteri Pesugihan dari Tempat Pesugihan Terkenal

cerita pesugihanPesugihan, apa yang dimaksud dengan pesugihan? Pesugihan merupakan sebuah sarana misteri dimana seseorang menginginkan sebuah kekayaan secara instan dengan melakukan perjanjian dengan makhluk halus. Bagi masyarakat Indonesia cerita misteri pesugihan masih marak sekali dibicarakan dan dikejar sebagai sarana pencari kekayaan guna memperbaiki perekonomian dirinya. Kebanyakan mereka menyadari bahwa pesugihan itu adalah sesat dan sangat berbahaya karena sebagian dari makhluk gaib itu meminta tebusan atau balasan yang sangat berlebihan. Nyawa dari keluarga atau orang terdekatlah yang menjadi permintaan pertamanya, kemudian ketika masa aktif dari perjanjian sudah habis maka yang meminta pesugihanlah yang menjadi tumbalnya.

Bahayakah Pesugihan itu ?

Bagi seorang peminta pesugihan, hal ini tidak disadari adalah hal yang berbahaya, karena pikiran mereka sudah buntu dan hanya satu yang ada, bagaimana caranya membuat dirinya menjadi kaya raya dengan instan dan cepat tanpa harus bersusah payah. Kebanyakan dari mereka akan menyadari bahwa apa yang diberikan sebagai tumbal itu lebih berharga dari apa yang didapatkannya. Walau pada akhirnya pemakai pesugihan itu yang akan menjadi akhir dari tumbal yang diminta makhluk gaib guna menjadi abdi atau budak dikerjaan yang dipimpin makhluk gaib tersebut.

1. Banyak sekali macam-macam cerita misteri pesugihan di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Ada pesugihan Dewi Lanjar, pesugihan nyi blorong, pesugihan gunung kawi, pesugihan gunung kemukus, dan masih banyak lagi. Untuk pesugihan dewi lanjar terletak di kota Pekalongan yang tepatnya di pantai Slamaran. Dewi Lanjar adalah penjaga Pantai utara dengan sebutan Ratu Pantai Utara. Bagi mereka yang akan mencari pesugihan Dewi Lanjar akan mendatangi juru kunci Dewi Lanjar untuk berkonsultasi dan akan dibimbing untuk mendapatkan pesugihan Dewi Lanjar. Untuk mengetahui sejarah dari Dewi Lanjar silahkan klik disini >>> .

2. Lalu ada lagi cerita misteri pesugihan nyi blorong, masih belum jelas di mana kepastian tempat dari Nyi Blorong ini. Namun yang pasti Nyi Blorong ini berwujud wanita cantik dengan rambut panjang terurai namun memiliki badan menyerupai ular dengan sisik emas. Nyi Blorong suka sekali menempari rawa-rawa dan menggunakannya sebagai tempat membangun kerajaan gaibnya. Bagi mereka yang ingin meminta pesugihan maka dia harus melakukan hubungan badan terlebih dahulu dengan Nyi Blorong dan konon katanya juga sisik emas dari kulit nyi blorong akan jatuh terkelupas saat melakukan hubungan badan. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa Nyi Blorong sangat suka dengan tumbal manusia, setiap tahunnya selama masa aktif pesugihan yang diberikan (katanya sekitar 7 tahun) Nyi Blorong akan meminta satu tumbal. Dengan kata lain minimal ada tujuh tumbal yang harus disiapkan selama menjalin pesugihan dengan Nyi Blorong.

3. Cerita misteri Pesugihan Gunung Kemukus ini adalah salah satu pesugihan yang cukup berbeda. Di mana para peminta pesugihan harus melakukan hubungan badan dengan orang yang bukan istrinya di daerah gunung kemukus. Namun sebelum melakukannya harus dilakukan sebuah ritual yang sesuai dengan petunjuk juru kunci di gunung kemukus. Konon cerita misteri pesugihan ini dikenal dengan sebutan pesugihan pangeran Samodra anak dari Raja Majapahit yang ternyata menyukai Ibu tirinya. Ketika sang raja mengetahui hal tersebut, maka sang pangeran diasingkan di Gunung Kemukus. Karena rasa kerinduan yang mendalam yang dialami oleh ibu tiri dari sang pangeran, maka dia pergi ke gunung kemukus untuk menemui anak tirinya. Ketika mereka akan berhubungan badan warga memergoki mereka dan menghakimi mereka dengan membakarnya. Sebelum mencapai ajal Pangeran samodra bersumpah bahwa siapa saja yang meneruskan hasratnya untuk berhubungan badan yang tidak sah di situ, maka permintaannya akan dikabulkannya.

Dari berbagai macam cerita tentang misteri pesugihan diatas besar sekali dampak tumbal yang harus diterima. Alahkah lebih baik kita mencari pesugihan tanpa tumbal yang lebih aman dan tidak menyengsarakan kita dan keluarga kita. Titik akhir atau tujuan yang sama yaitu mendapatkan kekayaan tetapi jalan yang dilalui berbeda dan lebih aman.

Fakta Cerita Misteri Pesugihan Tanpa Tumbal

Pesugihan Tanpa Tumbal

Banyak kita ketahui di sekitar kita banayak sekali cerita misteri pesugihan dengan berbagai macam nama dan bentuknya. Dimulai dari cerita pesugihan yang merubah bentuk manusia yang mengambil pesugihan seperti babi ngepet dan kolor ijo yang sempat tenar pada tahun 2005, lalu juga misteri pesugihan yang meminta tumbal seperti misteri pesugihan Nyi Blorong dan cerita pesugihan Dewi Lanjar. Lalu pernahkah Anda mendengar cerita misteri pesugihan yang tidak meminta tumbal atau yang disebut pesugihan tanpa tumbal?

pesugihan tanpa tumbal

Mungkin sebagian yang belum mendengar akan terasa aneh dan tidak mungkin. Tapi ini memang benar adanya. Yang namanya pesugihan adalah meminta kekayaan dengan cara yang instan dan cepat dengan meminta bantuan kepada makhluk ghaib. Yang membedakan pesugihan tanpa tumbal ini dengan pesugihan di atas adalah makhluk gaib yang diminta bantuan meminta timbal balik atau balas budi dari orang yang dibantunya.

Selain itu, cara memperoleh uang atau kekayaannyapun berbeda. Dari pesugihan yang meminta tumbal, mereka akan memperoleh uang secara instan dan sangat tidak wajar. Sehingga dilihat dari masyarakat sekitarnya, si pemakai pesugihan tersebut terlihat kaya mendadak padahal tidak bekerja. Bagi pesugihan tanpa tumbal tetap memperoleh kekayaan namun dengan cara yang normal dan tidak terlihat oleh orang lain. Maksudnya pesugihan tanpa tumbal ini akan membantu anda dalam menarik uang di pasarean melalui media pekerjaan anda. Jadi pendapatan dari pekerjaan anda akan meningkat dan yang orang lain tahu pekerjaan anda berkembang dengan wajar dan baik.

Untuk contoh lebih nyatanya seperti ini. Ibu Maryati warga Karang Anyar, Solo datang ke Demak untuk menemui seorang Paranormal. Ibu Maryati ini berharap Paranormal yang ditemuinya itu membantunya dalam melariskan kios pakaiannya. Ibu Maryati meminta saran pesugihan yang ada untuk dapat membangun kembali perekonomian keluarganya. Sempat Ibu Maryati berpikiran untuk mengambil pesugihan gunung kemukus namun diurungkan niatnya karena takut dengan dampak yang akan diterimanya. Paranormal dari Demak ini memberikan solusi yaitu dengan mengambil pesugihan tanpa tumbal. Di sini Ibu Maryati diberi sebuah mustika yang di dalamnya bersemayam sebuah khodam yang akan membantunya dalam membangun perekonomiannya lagi dengan catatan Ibu Maryati harus dapat memperlakukan Khodam sebagai Teman dekat. Maka Khodam tersebut akan membantu Ibu Maryati dengan baik karena Ibu Teman Dekatnya.

Selang beberapa bulan Ibu Maryati sudah dapat membangun perekonomiannya lagi dan pada bulan ke lima Ibu Maryati berhasil membeli kios lagi untuk dibangun cabang dari toko pakaiannya. Dari pengalaman ibu Maryati ini dapat diambil sebagai contoh Pesugihan tanpa tumbal itu seperti apa. Jadi ada jalan yang lebih aman untuk mencapai tujuan yang sama. Kini Ibu 3 anak itu sudah merasakan hidup yang lebih baik tanpa harus mengorbankan salah satu anaknya sebagai tumbal. Bagi anda yang masih bisa berpikir cermat maka Anda akan mengikuti jalan dari Ibu Maryati yang mengambil pesugihan tanpa tumbal dari pada mengambil pesugihan yang instan namun dampaknya sangat berbahaya. Jangan sampai anda menyesal di akhirnya.