Fakta Mitos Mengenai Dewi Lanjar – Paranormal Nusantara

dewi lanjarDewi lanjar adalah sosok dewi ratu pantai utara. Dewi lanjar memiliki mitos dan pesugihan yang sangat melegenda dewi lanjar adalah titisan dari ratu selatan. pernahkah anda mendengar sosok yang bernama dewi lanjar di sekitar anda ? atau mungkin sebuah kota di utara Jawa tepatnya Jawa Tengah yang bernama Pekalongan?. Kedua nama tersebut saling berkaitan. Di mana  sosok Dewi Lanjar atau yang sering disebut Ratu Pantai Utara telah menjadi legenda hidup yang selalu berkembang di masyarakat, terutama untuk daerah pantai Slamaran di Kota Pekalongan.  Segala peristiwa yang tidak wajar seperti tenggelamnya orang di pantai atau orang hilang di sekitar pantai Slamaran pasti dikaitkan dengan sosok Dewi Lanjar.

Siapa Dewi Lanjar?

Dewi Lanjar sendiri adalah sosok yang memiliki paras cantik, kulit putih dan rambut hitam lebat yang memanjang sampai pinggul. Dewi Lanjar memiliki nama asli yaitu Siti Khatijah dan konon ceritanya Dewi Lanjar masih bersaudara dengan Ratu Penjaga Laut Selatan atau yang dikenal dengan Nyai Roro Kidul. Konon katanya Dewi Lanjar suka berbaur di masyarakat terutama di daerah pasar-pasar tradisional dengan sosok layaknya orang beliau dan sederhana. Beliau suka membantu orang-orang yang sedang dilanda kesusahan.

Dari cerita juru Kunci pesanggrahan Dewi Lanjar di Pantai Slamaran, Bapak Absori (37 tahun). menceritakan bahwa  pada jaman dahulu di Pekalongan terdapat sebuah kadipaten yang merupakan satu wilayah dengan Kasultanan Mataram. Kadipaten ini dipimpin oleh seorang adipati yang pertama memerintah di Kadipaten Pekalongan. Adipati itu memerintah dengan arif dan bijaksana sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya. Adipati ini memiliki seorang gadis berparas cantik jelita bernama Siti Khatijah, putri dari Sang Adipati Pekalongan. Karena kecantikannya yang telah tersohor, banyak pemuda sekitar dan pangeran kerajaan yang tertarik untuk meminangnya. Sang Adipati pun bertindak cepat dengan berusaha menjodohkan putri kesayangannya dengan pangeran pilihan Sang Adipati. Siti Khatijah dipaksa menuruti kehendak Sang Ayah walaupun beliau tidak menyukai perjodohannya. Siti Kahdijah sebagai seorang anak yang berbakti berusaha tegar menghadapi perjodohan hingga tibalah saat di mana pesta pernikahan dilangsungkan. Tetapi hati Siti Khatijah tidak bisa dibohongi, beliau tidak bisa menerima pilihan Sang Ayah sehingga akhirnya memilih pergi meninggalkan istana. Dalam kebimbangannya Siti Khatijah berjalan menuju utara hingga sampailah beliau di sebuah pantai yang sekarang bernama Pantai Slamaran.


Artikel Terkait :


Di tepi Pantai Slamaran, Siti Khatijah terus berjalan dengan tetap memakai baju pengantinnya. Tanpa disadari Siti Khatijah, ada seorang nelayan yang melihatnya hingga nelayan tersebut hanya tercengang ketika Siti Khatijah berjalan di atas lautan tanpa tenggelam hingga menuju tengah lautan. Berita menghebohkan inipun sampailah di telinga Sang Adipati. Sang Adipati segera memerintahkan pasukannya untuk mencari puterinya sampai ditemukan. Akan tetapi, pencarian selama tiga hari tiga malam itu tidak membuahkan hasil. Sang Adipati yang terlanjur malu atas kaburnya Siti Khatijah dalam pesta pernikahannya pun memutuskan mengumumkan bahwa Siti Khatijah telah meninggal. Sesuai tradisi Islam, Sang Adipati memerintahkan mengadakan tahlilan untuk mendoakan Siti Khatijah yang telah meninggal. Pada malam ke-7 tahlilan, Siti Khatijah mendatangi istana Kadipaten Pekalongan dan berpesan bahwa dia tidak meninggal tetapi masih hidup di alam gaib.

Siti Khatijah yang mendatangi istana Kadipaten Pekalongan dan berpesan kepada seluruh keluarganya agar rakyat sekitar Kadipaten Pekalongan yang mengalami kesulitan dalam kehidupan untuk dibantunya apabila mau menemuinya. Akan tetapi, Siti Khadijah melarang rakyat Kadipaten Pekalongan untuk meminta kepadanya dengan alasan rakyatnya telah menikmati segala nikmat duniawi dengan melimpahnya hasil bumi masyarakatnya. Mendengar kabar bangkitnya Siti Khadijah dengan kesaktian yang dapat mengabulkan keinginan seseorang, rakyat Pekalongan banyak yang mempercayai bahwa sosok Siti Khadijah merupakan makhluk gaib yang sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan Dewi Lanjar. Rakyat Pekalongan menyebut Siti Khadijah dengan sebutan Dewi Lanjar karena dalam bahasa Pekalongan Lanjar berarti seorang gadis yang menikah tetapi belum sempat berhubungan badan dengan suaminya.

Tentang Cerita Pesugihan Dewi Lanjar.

Dari cerita bapak Absori juru kunci pesanggrahan Dewi Lanjar, banyak sekali orang-orang yang meminta bantuan kepada Dewi Lanjar yang berupa pesugihan. Pesugihan itu sendiri pasti akan memerlukan tumbal sebagai ganti atas apa yang telah didapat. Konon katanya di istana Dewi Lanjar terdapat banyak sekali orang-orang yang menjadi bahan siksaan para algojo Dewi Lanjar. Di mana ketika semasa hidupnya orang-orang itu meminta pesugihan kepada Dewi Lanjar. Terdapat sebuah jembatan yang terbuat dari manusia-manusia hidup sebagai alas pijakan.

Pak Absori mencoba membenarkan bahwa mereka seharusnya datang ke sini itu seharusnya meminta bantuan kepada Tuhan, Allah SWT. Dengan catatan perantaranya lewat Dewi Lanjar bukan meminta langsung dengan Dewi Lanjar. Orang-orang yang menyalah artikan bantuan yang diberikan Dewi Lanjar pasti akan menerima akibatnya. Dewi Lanjar pasti akan meminta tumbal sebagai gantinya, entah itu keluarga yang dicintainya atau dirinya sendiri yang akan menjadi tumbal. Karena pada dasarnya Dewi Lanjar itu suka sekali membantu orang-orang yang sedang mengalami kesusahan dalam kehidupannya.

Kurang lengkap rasanya jika saya hanya menyimpan rahasia besar ini sendiri, dan tidak berbagi dengan Anda. Bagi anda yang awan tentang ilmu pesugihan. sarana ini pasti asing di telinga Anda, Sebagai informasi saja, Ternyata diluar sana banyak sekali yang telah membuktikan keberhasilan mustika ini. Lanjutkan Membaca >> Klik

17 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Post Author: Paranormal Nusantara