Memahami Batu Mustika

batu mustika

Batu Mustika

Sebuah Batu Mustika bisa dikatakan sebagai mustika asli jika mustika tersebut benar-benar dari alam. Dengan kata lain sebuah Batu Mustika terbentuk secara alami. Beda halnya dengan batu isian, yang dalam pembentukannya dilakukan oleh seorang manusia yang mempunyai ilmu spiritual atau ilmu batin yang kuat. Cara melakukannya dengan mengisikan sebuah batu atau benda dengan energi dari luar untuk dapat dijadikan pegangan sebagai keperluan dari si pemilik. Batu Mustika pada dasarnya dapat berubah bentuk sesuai dengan keinginan dari penunggu mustika tersebut. Batu Mustika dihuni oleh makhluk gaib yang berupa jin atau mungkin malaikat yang memiliki tugas untuk menempati dan membantu manusia yang mau memiliki dan merawatnya. Penunggu tersebut biasa disebut khodam.

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME khodam juga dituntut untuk beribadah dan mematuhi perintah dan laranganNya. Seperti membantu sesama makhluk Tuhan yang membutuhkan adalah salah satu wujud ibadah yang dilakukan. Khodam akan membantu manusia yang memilikinya dan merawatnya dengan sepenuh hati, karena sifat dasar sebuah khodam itu sangat patuh dan balas budi. Namun sebaliknya jika seorang manusia salah menggunakannya maka bisa jadi khodam itu tidak akan membantu dan bahkan bisa saja pergi dari si pemilik.

Sebagai sesama makhluk Tuhan maka seorang manusia jangan sampai salah mengartikan sebuah mustika. Semua kekuatan dari mustika pada dasarnya dari Tuhan. Jangan sampai membuat seorang manusia terjerumus dalam kesalahpahaman. Mengartikan bahwa kekuatan mustika yang membantunya dan membuatnya percaya bahwa tidak ada kekuatan lain selain Batu Mustika tersebut. Dalam agama Islam hal ini disebut dengan musyrik atau syirik. semua kekuatan bersumber dari Tuan YME.

Haram bagai manusia untuk melakukan hal menyekutukan tuhan seperti di atas. Namun tidak haram bagi seorang manusia dalam menggunakan Batu Mustika apabila dia menyadari bagaimana menyikapi dan memahami apa yang seharusnya dilakukan. Seperti dalam sejarah agama Islam di mana Nabi Musa memiliki tongkat sakti yang dapat berubah menjadi ular, memunculkan sumber 7 mata air dari dalam tanah, dan membelah lautan yang Beliau gunakan untuk menyeberang dan membawa jamaahnya lari dari kejaran Raja Fir’aun yang jahat pada masanya. Lalu ada lagi seperti batu Sulaiman dan jubah Nabi Yusuf As yang digunakan untuk menyembuhkan kebutaan Ayahanda Nabi Yakub As.

Dari cerita jaman nabi tersebut dapat dipahami bahwa Batu Mustika yang wujudnya layaknya benda mati memiliki energi yang dapat membantu manusia dalam menyelesaikan masalah dengan catatan bahwa itu dapat terwujud dengan izin Tuhan. Sebagai seorang manusia tugasnya adalah selalu berusaha dan selalu berikhtiar dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

55 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini