Asal Usul Kayu Bertuah

Asal usul Kayu Bertuah

Setiap yang diciptakan oleh Tuhan YME pasti memiliki sebuah kelebihan dan memiliki fungsi atau manfaat. Seperti tetesan air hujan dan teriknya sinar matahari yang terkadang tidak dipedulikan dan bahkan dihindari oleh manusia. Keduanyalah yang menyuburkan bumi sehingga menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang memiliki manfaat yang berbeda-beda. Di mana ada beberapa kayu yang dikategorikan ke dalam kayu bertuah yang memiliki energi yang sangat bermanfaat apabila dimanfaatkan oleh manusia. Khususnya di pulau Jawa keberadaan kayu bertuah sudah ada sejak jaman wali songo, di mana asalnya dari pohon-pohon keramat atau mungkin dari kayu yang cocok sebagai wadah atau tempat menyimpan energi isian.

Kayu Bertuah.

Kekuatan dari energi tuah sebuah kayu tergantung dari tempat asalnya tumbuh, lingkungan, dan cara pengambilannya yang terkadang memerlukan sesajian. Selain itu ukiran atau gambar pola yang ada pada kayu karena sebuah proses alam atau sebuah proses pembusukan atau mungkin juga penyakit dari sebuah pohon yang kadang kala diyakini memiliki pengaruh gaib. contohnya seperti Pelet Kendhit pada Warangka keris dari Kayu Timaha dipercaya memiliki daya mengikat tamu hingga mereka tidak meninggalkan tempat hajatan sebelum acara selesai.

Bayak sekali jenis-jenis kayu bertuah di sekitar kita. Energi yang terkandung di dalamnya pun berbeda-beda walau terkadang manfaat yang didapat hampir sama. Berikut di bawah ini dicontohkan beberapa kayu bertuah yang cukup terkenal di kalangan masyarakat.

bambu pethukBambu Pethuk, bambu pethuk merupakan sebuah bambu yang konon katanya memiliki energi sebagai pengabul sebuah keinginan. Harapan-harapan yang Anda inginkan akan lebih mudah terkabul dengan bantuan energi dari bambu pethuk. Untuk bentuk fisiknya bambu pethuk masuk dalam kategori langka. Karena bambu pethuk ini adalah bambu yang pertumbuhannya tudak normal. Di mana sebuah bambu pada umumnya ruas cabangnya tumbuh keatas namun ada kelainan yang membuat salah satu ruasnya tumbuh ke bawah dan saling bertemu (pethuk). Dari keanehan tersebutlah orang-orang jaman dahulu meyakini bahwa keanehan tersebut bukanlah kebetulan dan tanpa sebab. Keanehan tersebut merupakan wujud dari energi yang bersemayam di dalamnya. Dalam pengambilan Bambu Pethuk ini tidak menggunakan cara yang mudah. Seorang ahli spiritual harus benar-benar tahu syarat dan cara agar ketika melakukan proses pengambilan tidak menghilangkan energi yang ada di dalamnya. Ritual, sesaji kadang perlu disediakan untuk melakukan proses pengambilan bambu pethuk.

kayu dewandaruKayu Dewandaru,  Kayu dewandaru merupakan kayu yang sangat langka. Dulu kayu dewan daru banyak ditemukan di pulau Karimun Jawa tepatnya di sebelah utara kota Jepara. Kayu Dewandaru diyakini memiliki energi atau tuah yang sifatnya melindungi atau lebih tepatnya membuat perisa ghaib yang melindungi dari dari energi-energi negatif atau gangguan dari makhluk halus. Pada umumnya kayu dewandaru diolah ke dalam bentuk gelang atau tasbih agar nyaman dibawa ke mana-mana sebagai penolak bala. Ada 2 macam kayu Dewandaru, pertama yang dipercaya asli tumbuh di desa Nyamplung dan  konon merupakan jelmaan dari tongkat yang ditinggalkan Sunan Kudus (seorang wali Kerajaan Demak). Sedangkan yang kedua adalah Kayu Dewandaru yang berasal dari Gunung Kawi. Walau jenisnya lain dengan yang ada di Karimun Jawa tetapi dipercaya memiliki khasiat sama.

akar baharKayu Akar Bahar, akar bahar merupakan salah satu jenis tumbuhan bawah laut atau terumbu karang yang sangat langka. Dalam pengambilannya pun tidaklah mudah karena harus melakukan penyelaman lebih dari 600 meter. Akar bahar sendiri sudah digunakan oleh orang-orang kuno dalam sebuah pengobatan alternatif. Karena akar bahar diyakini dapat digunakan sebagai penetralisir racun dalam tubuh. Akar bahar sering di olah menjadi gelang dan cincin. Adapun sebagian ahli spiritual menggunakan gelang akar bahar sebagai sarana pemancar aura karisma, keberuntungan, dan keselamatan bagi penggunanya. Karena gelang ini memiliki energi alami yaitu menyehatkan pemakai, jadi sangat cocok dengan tiga energi isian tersebut.

kayu kalimasadaKayu kalimasada, kayu kalimasada secara fisik hampir sama dengan kayu sono keling, dengan warna cokelat gelap dan kulit yang keras. Jenis kayu ini memiliki energi sebagai pemancar aura kewibawaan. Bagi seorang pemimpin atau tokoh dalam masyarakat gelang ini banyak dipakai. Untuk para raja-raja kerajaan jaman dulu kayu kalimasada biasa digunakan sebagai warangka keris dan bagi para wali digunakan sebagai tasbih. Namun untuk jaman sekarang kayu kalimasada lebih sering digunakan sebagai gelang atau tasbih agar lebih mudah dibawa dan dipakai. Pemakai dari kayu kalimasada ini mempunyai kewibawaan yang sangat luar biasa. Setiap dari perkataan yang dilontarkan akan selalu diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya.

Masih banyak sekali jenis kayu-kayu bertuah yang ada di sekitar kita. Pada dasarnya kayu bertuah memiliki energi yang memang berasal dari alamnya. Namun untuk melengkapi dan menyempurnakannya maka diperlukan energi tambahan yang berupa energi isian. Sehingga kayu bertuah tersebut benar-benar memiliki fungsi yang lebih baik dari sebelumnya.