Sarana Penglaris Pedagang

penglaris

Pernah kita dengar di sekitar kita terutama di pasar-pasar tradisional kata “penglaris-penglaris” yang diucapkan oleh pedagang. Pedagang tersebut biasanya mengucapkan dengan mengibas-ngibaskan uang ke barang dagangannya,terutama saat baru membuka dagangan atau yang disebut buka dasar. Para pedagang mempercayai bahwa dengan melakukan hal itu maka uang yang dikibas-kibaskan akan memanggil teman-temannya atau uang lainnya untuk datang ke pedagang tersebut. Mitos seperti ini sudah marak dan masih ada sampai sekarang.

Lalu apa makna dari penglaris ?

Penglaris dalam segi bahasa diambil dari bahasa Jawa yaitu “laris” yang memiliki makna atau arti laku. Lalu penglaris itu sendiri adalah ungkapan kata yang diucapkan dengan tujuan agar barang dagangannya laris dibeli banyak orang sehingga cepat habis dan dia (pedagang) memperoleh banyak laba. Jadi dapat disimpulkan bahwa kata penglarisan atau penglaris yang diucapkan oleh pedagang guna mendatangkan banyak orang untuk mampir di lapaknya dan melariskan barang daganggannya agar cepat laku dibeli oleh pembeli.

Fenomena penglaris ini merupakan hal yang biasa sampai saat ini. Bagi kalangan paranormal hal ini bisa diperkuat atau disaranai dengan jimat-jimat penglaris, benda-benda bertuah penglaris , dan mantara atau doa-doa yang bersifat penglaris. Seperti contohnya untuk benda bertuah penglaris khususnya kayu bertuah penglaris adalah bambu pethukbambu pethuk sendiri memiliki tuah alami yang bersifat menunjang kekayaan khususnya bagi para pedagang. Dengan kata lain kekayaan yang didapat adalah melalui perdagangannya. Dicontohkan semisal ada seseorang penjual Sembako di pasar, awalnya dia hanya menjual sembako dengan pendapatan normal seperti pada umumnya, karena tuntutan pendidikan anak dan kebutuhan keluarga maka dia harus mendapatkan laba yang lebih. Lalu dia menggunakan kayu bertuah yaitu bambu pethuk untuk mendatangkan kekayaan yang lebih. Sehingga kios Sembakonya menjadi lebih ramai dan banyak dikunjungi pembeli baru dan pendapatan atau laba yang didapat lebih dari biasanya dan sangat mencukupi kebutuhan keluarganya.

Tak hanya bambu pethuk, masih banyak benda-benda bertuah penglarisan yang biasa dan dapat digunakan oleh pedagang untuk mendatangkan pembeli. Ada seperti jimat rajah, batu mustika atau batu bertuah isian penglaris, bahkan ada juga pusaka keris yang dapat membantu dalam hal tuah penglaris. Semua ini bukanlah mencari jalan pintas, sebagai manusia kita tetap berusaha sekuat tenaga dalam bekerja. Semua sarana yang ada hanya sebagai memperlancar dan mempermulus jalan pekerjaan kita. Karena pada dasarnya semuanya adalah ciptaan Tuhan YME, begitu juga jimat-jimat penglarisan atau benda-benda bertuah